JAKARTA MACET, DIRLANTAS SIBUK NGURUS DENDA PAJAK MATI

NETIZENTILANG.COM – Jakarta dan sekitarnya akhir-akhir macet yang menjengkelkan. Masyarakat sadar akan pentingnya pembangunan, namun perlunya rekayasa lalulintas agar tak terjadi stagnan yang menjengkelkan. Sehingga baik kepentingan pemerintah akan pembangunan dan kelancaran kendaraan terakomodir.

Sementara pimpinan lalulntas sibuk ikut ngurusin pajak kendaraan telat dengan mendatangi pintu ke pintu, tugas pokoknya sebagai orang nomor satu di lalulintas Polda Metro Jaya terabaikan. Apakah dibenarkan merazia pajak mobil dari rumah ke rumah ?

Mulai pagi hari, hingga malam Jakarta dan sekitarnya mengalami kemacetan. Bahkan di lingkungan Polda Metro Jaya baik di Jl. Gatot Subroto sampai Jl. Sudirman dan kawasan Semanggi tiada hari tanpa macet.

“Terus bagaimana wilayah lain terpantau, sedangkan jelas di depan mata pemangku jabatan saja kemacetan tak beres,” kata Fahma, seorang sopir pribadi saat dijumpai di senayan, Rabu(28/9).

Di wilayah lain selain jalan tol arah Bekasi yang diperkirakan macet sampai 2019, kemacetan parah juga terjadi di Jalan Raya Pondok Cabe hingga Cirendeu Raya pada Selasa (26/9) petang.

Penumpukkan kendaraan tersebut ternyata disebabkan adanya proyek perbaikan jembatan yang berlokasi 200 meter dari pintu masuk Universitas Terbuka (UT), Pondok Cabe.

“Proyek peninggian jembatan ini baru dimulai, kami mulai hari ini hingga 150 hari ke depan,” ujar mandor proyek peninggian jembatan tersebut.

Hendra mengungkapkan, pembangunan jembatan tersebut merupakan proyek Provinsi Banten, yaitu peninggian jembatan di tiga jembatan Pamulang Timur hingga Simpang Gaplek.

Padahal, pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memberlakukan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penerapan Batas Kecepatan Kendaraan enam bulan ke depan.

Dalam peraturan tersebut, diatur batas maksimal kecepatan kendaraan di jalan bebas hambatan atau jalan tol adalah 100 kilometer per jam. Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Soegeng Poernomo menilai, kondisi lalu lintas di Jakarta pada pagi hingga sore tidak memungkinkan untuk menerapkan pembatasan kecepatan kendaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *