KERIKIL TETAPLAH BATU YANG TAJAM

NETIZENTILANG.COM – Mencari keuntungan pribadi lewat berbagai kecurangan mungkin awalnya terlihat sedap tapi itu sesungguhnya bagaikan memasukkan kerikil-2 ke dalam mulut. Kalau kita dipaksa mengunyah dan menelan kerikil, itu bisa sangat berbahaya dan menyakitkan.

Mulut dan isinya luka, hancur dan bisa membunuh. Kerikil memang kecil, tIDAK seperti ukuran batu karang, tapi kerikil tetaplah batu yg tajam. Sama seperti kecurangan, mungkin kita pikir akan sangat tergantung dari pintar tidaknya kita menyembunyikannya, tetapi mau tersembunyi atau tidak kecurangan tetaplah kecurangan, yg sekecil apapun tetap berbahaya dan membinasakan.

Orang seringkali mengkategorikan dosa sesuai pandangannya sendiri. Ada dosa yang besar, ada dosa sedang, ada dosa kecil. Kita menganggap sedikit melakukan hal buruk itu cuma nakal dan tidak apa2.

Kalau cuma gosip itu tidak apa-2. Itu kan jauh dari membunuh orang? Padahal gosip bisa membunuh karakter, membunuh nama baik orang yg berpotensi menimbulkan banyak masalah yang lebih besar.

Kita pikir minum minuman keras tidak apa-2. Padahal sekalinya kita mabuk kita bisa tanpa sadar melakukan tindak kriminal. Kita pikir berbohong itu tidak apa-2. Bahkan ada orang yang menganggap ada bohong yang baik, yang di luar sana disebut white lies.

Padahal kebohongan bisa menjadi awal dari banyak kejahatan dan datangnya bencana. Atau bentuk2 kekeliruan pemikiran lainnya seperti ini: kita kan cuma mengutil sesuatu yang murah, bukan mencuri barang ratusan ribu.

Cuma berbohong sedikit saja kok, kan aku tidak merampok bank atau membunuh? Aku tidak pakai narkoba, cuma mabuk minuman saja.

Aku tidak memperkosa cuma berzinah. Ini pun merupakan bentuk pemikiran keliru banyak orang yg membeda-bedakan urusan dosa. Apakah benar ada dosa2 yg dianggap kecil lantas kita dapat dispensasi dan bebas dari hukuman? Apakah ada dosa2 yg boleh ditolerir dan dianggap sebagai bagian dari sesuatu yg manusiawi?

Prinsip Kerajaan menganggap bahwa dosa tetaplah dosa, tidak peduli berapapun ukurannya menurut kita, no matter what, no matter how. Pentingnya menjaga hati agar tdk mudah diprovokasi atau dicemari tipu daya iblis.

Hati yang tidak dijaga akan rentan terhadap berbagai kecemaran dan perbuatan jahat, dan kita pun bisa disesatkan dgn menyepelekan dosa2 yg kita anggap ‘kecil’, mengira bahwa kita bisa lolos dari jeratannya.

Dosa tidak memandang besar atau kecil, karena dosa apapun tetap memisahkan kita dari ALLAH SWT.

Kejahatan kita lah yg memisahkan kita daripadaNya, juga ‘SEGALA’ dosa kita. Bukan sebagian, bukan sedikit, bukan hanya dosa besar, tapi dikatakan ‘SEGALA’ dosa. Bahwa ini dengan jelas menunjukkan bahwa tidak ada dosa kecil dan besar.

Dosa mau sekecil apapun tetaplah dosa yg memisahkan kita dari TUHAN, yg membuatNya tidak mendengar seruan, tidak mengulurkan tanganNya untuk menyelamatkan. Baik menyelamatkan kita dari permasalahan di dunia maupun keselamatan kekal yang Dia sudah anugerahkan melalui TUHAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *