Rekonstruksi Perampokan Sadis Pulomas, 75 Adegan Diperagakan

Kamis, 19 Januari 2017 | 10:22 WIB

Rekonstruksi Perampokan Sadis Pulomas, 75 Adegan Diperagakan

Prarekonstruksi perampokan yang disertai dengan pembunuhan di Pulomas, Jumat, 6 Januari 2017. M IQBAL ICHSAN

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Agung Budijono mengungkapkan, dalam gelar rekonstruksi kasus perampokan Pulomas, pihaknya akan menambah tiga adegan. Sebab, dalam prarekonstruksi yang sudah dilakukan, ditemukan beberapa keterangan baru.

“Rekonstruksi akan dilakukan 75 adegan. Ada penambahan dari temuan prarekontruksi,” kata Agung di lokasi, Kamis, 19 Januari 2017. Penambahan yang dimaksud adalah pernyataan tambahan dari saksi yang dihadirkan, yakni empat orang dari pembantu rumah tangga.

Baca : Penghargaan Bagi Polisi Pengungkap Kasus Perampokan Pulomas

Rekonstruksi kali ini dihadiri oleh tiga tersangka, yakni Ridwan Sitorus alias Ius Pane, Alfins Sinaga, dan Erwin Situmorag. Sedangkan untuk para korban, perannya tetap digantikan oleh pemeran pengganti.

Proses rekonstruksi sendiri sudah dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan berlangsung tertutup. Rekonstruksi ini juga dihadiri oleh pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Rencananya, setelah rekonstruksi selesai, polisi akan segera memasukkan rekonstruksi ini dalam berkas sebagai pelengkap. “Rekonstruksi ini nantinya akan kita lampirkan di berkas untuk kemudian dilimpahkan ke kejaksaan nantinya,” kata Agung lagi.

Sebelumnya, polisi telah menggelar prarekonstruksj sebanyak 72 adegan pada 6 Januari 2017 lalu. Dalam prarekonstruksi, polisi hanya menghadirkan Ius Pane, karena tersangka lainnya masih dirawat di rumah sakit. Dalam prarekonstruksi itu, terdapat fakta baru, yakni pernyataan Ius Pane memberi komando kepada kawanannya saat selesai merampok.

Sebelumnya, empat orang komplotan perampok pimpinan Ramlan Butarbutar merampok rumah milik Dodi Triono pada 26 Desember 2017 lalu. Saat merampok, 11 orang yang berada di rumah itu disekap di dalam kamar mandi sempit berukuran 1,5×1,5 meter.

Akibatnya, enam orang di antaranya tewas. Mereka adalah Dodi, dua anak perempuannya, satu teman anak Dodi dan dua orang sopir. Sementara itu, lima korban lainnya selamat setelah disekap selama kurang lebih 17 jam.

INGE KLARA SAFITRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *