Polri Jajaki Kerja Sama Tangkal Terorisme dengan Kepolisian Jordania

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. (Okezone)

JAKARTA – Wakapolri Komjen Pol Syafruddin melakukan kunjungan kerja menemui Kepala Public Security Departement (PSD) Kerajaan Jordania, Mayor Jenderal Ahmad Sarhan Al-Faqih, Selasa 17 Januari-Kamis (19/1/2017).

Dalam kunjungan tersebut, beberapa hal dibahas. Salah satunya menyangkut kejahatan terorisme yang kini telah menjadi tantangan global dan harus dihadapi bersama.

“Pak Kapolri menunjuk saya mengadakan kunjungan dan koordinasi masalah terorisme serta pengembangan kepolisian,” ujar Syafruddin melalui keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Kamis (19/1/2017).

Syafruddin mengatakan, pemberantasan terorisme perlu mengedepankan cara soft power atau pencegahan daripada mengunggulkan hard power. Dalam rangka itu, Syafruddin menjajaki kerja sama dengan Kepolisian Jordan dan kini sedang merancang menempatkan LO Kepolisian Indonesia di Jordan.‎ Kerja sama dilakukan untuk meningkatkan capacity building, kerja sama pelatihan dan pendidikan.

“Ini perlu ‎kita tingkatkan pendidikan di bidang transnational crime, penanggulangan terorisme, human trafficking dan masalah global lainnya serta transfer pengetahuan intelijen, law enforcement dan la‎innya,” beber Syafruddin.

Senada dengan Syafruddin, ‎Kepala Public Security Departement (PSD) Kerajaan Jordania, Mayor Jenderal Ahmad Sarhan Al-Faqih‎ mengatakan, Jordania memilih jalur komunikasi, seminar, serta menggalang dan menekan paham-paham radikal yang memicu terjadinya terorisme.

Sahran mencontohkan, Kepolisian Jordania telah melakukan mediasi dengan 365 orang pelaku kriminal berpaham radikal dipenjara, dan berhasil mengembalikan 61 orang dari paham radikal.

Masih kata Sahran, kini Jordania mendapatkan tantangan dari terorisme dan radikalisme. Serangan terorisme, lanjut dia, telah memperburuk situasi keamanan hingga mencoreng citra baik Islam. Menurutnya, tantangan ini berasal dari pengungsi yang memiliki latar belakang bermacam.

“Jordania telah menerima pengungsi dari tahun 1948 hingga saat ini, setiap hari kami menerima para pengungsi. Para pengungsi ini dari Libia, Suriah, Irak, Palestina dan lainnya sehingga berdampak pada Jordania dari segi ekonomi, keamanan dan sosial,” kata Sarhan.

“Jordania sangat mendukung sekali gerakan anti terorisme dan menekan paham extrimisme, kami mengupayakan menekan dan menghilangkan paham tersebut,” sambungnya.‎

(kri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *