Calhaj Lansia Harus Diprioritaskan

Penambahan kuota haji untuk Indonesia diharapkan bisa memperpendek daftar tunggu keberangkatan calon jamaah haji (calhaj). Foto/Ilustrasi/SINDOphoto

JAKARTA – Penambahan kuota haji untuk Indonesia diharapkan bisa memperpendek daftar tunggu keberangkatan calon jamaah haji (calhaj). Mereka yang berusia lanjut harus diprioritaskan, agar bisa segera berangkat ke Tanah Suci.

Permintaan itu disampaikan para wakil rakyat saat melakukan rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2016 bersama Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Kompleks DPR, Jakarta, kemarin.

“Kami meminta Kemenag untuk menguji coba penuntasan jamaah haji lanjut usia. Ini pertimbangkan waktu untuk menghabiskan antrean jamaah haji lansia secara bertahap. Selanjutnya bisa disusun jumlah ideal persentase kuota haji khusus lansia pada musim haji 2017,” ucap Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong, seperti dikutip dari Koran SINDO, Selasa (17/1/2017).

Ali mengusulkan, agar pemerintah mengalokasikan 10% dari 221.000 kuota haji untuk jamaah lansia pada 2017. Dengan demikian, minimal harus ada 21.000 jamaah berusia lanjut yang bisa berangkat ke Tanah Suci di tahun ini.

“Kami berharap agar mereka yang berusia lanjut segera bisa berangkat ke Tanah Suci,” katanya.

Dia mengungkapkan, jamaah haji tertua dari Indonesia pada musim haji 2016 berusia 93 tahun. Kondisi ini terjadi karena lamanya antrean berangkat ke Tanah Suci. Saat ini rata-rata daftar tunggu haji di Indonesia mencapai 17 tahun.

Antrean haji terlama di Indonesia bisa mencapai 41 tahun, yaitu di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

“Penyelenggaraan haji merupakan tanggung jawab pemerintah. Pemerintah memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan, baik dalam segi transportasi, kesehatan, akomodasi, dan keamanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan Indonesia mendapatkan kuota tambahan 10.000 untuk pelaksanaan ibadah haji 2017, merujuk kepastian Diwan Al Malaki Arab Saudi soal penambahan kuota haji Indonesia.

“Kuota 10.000 itu bisa apa bisa dijamin, Menteri Haji Arab Saudi memastikannya dan juga lewat Malaki. Kalau keputusan sudah keluar dari sana, tidak mungkin tidak,” kata Lukman saat Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2016 di Kompleks Parlemen Jakarta kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *