Guru SMU dan SMK Jawa Barat Akan Dikirim ke Pelosok

Minggu, 15 Januari 2017 | 22:24 WIB

Guru SMU dan SMK Jawa Barat Akan Dikirim ke Pelosok

Dinas Pendidikan Jawa Barat melakukan pemerataan kualitas pendidikan agar para siswa di pelosok juga mendapatkan pengajar terbaik.

INFO NASIONAL – Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan mengirimkan guru dan pengawas sekolah ke pelosok atau daerah terpencil terkait program alih kelola SMU dan SMK. Tujuannya untuk pemerataan kualitas pendidikan agar para siswa di pelosok juga mendapatkan pengajar yang berkualitas.   

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat memberikan pengarahan kepada 450 Pengawas SMU dan SMK se-Jabar di Aula Kantor Dinas Pendidikan Jabar, Bandung Kamis, 12 Januari 2017 mengatakan pengawas berprestasi akan dipilih menjadi kepala sekolah di daerah-daerah terpencil.

“Saya ingin pemerataan kualitas pendidikan di pelosok seperti  Jampang Kulon, Ujung Genteng, Blanakan, dan Cilaut Eureun. Karena itu  para pengawas yang hebat dan berprestasi akan ditempatkan jadi kepala sekolah di daerah tersebut,” ujarnya.

Menurut Aher, sejak 1 Januari 2017, Pemprov Jabar berkomitmen untuk pemerataan kualitas pendidikan di seluruh daerah di Jabar.  Bagi tenaga didik yang ditempatkan di pelosok akan ada penghargaan khusus dalam bentuk tunjangan tambahan.  Perbedaan fasilitas dan akses infrastruktur yang dimiliki daerah tersebut  juga menjadi pertimbangan.

“Tentu nanti ada biaya kemahalan dalam bentuk tunjangan yang ditingkatkan. Tidak adil kan kalau seseorang ditugaskan di Pameungpeuk sama penghargaannya dengan yang ditugaskan di kota Bandung,” ujar Aher.

Selain itu, dengan pengalihan kewenangan SMU dan SMK, tahun ini Pemprov Jabar  akan membangun 2500 Ruang Kelas Baru (RKB) untuk sekolah Negeri maupun Swasta. Untuk itu Aher berpesan kepada para pengawas untuk meningkatkan supervisi sekolah-sekolah dibawah pengawasannya dan memastikan kurikulum serta pengajaran berkualitas berjalan baik. “Pengawas juga harus memastikan sekolah itu nyaman bagi anak siswa,”  kata Aher.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Ahmad Hadadi mengatakan,  pasca alih kelola SMU dan SMK, pihaknya melakukan  penguatan khususnya kepada beberapa UPTD yang baru saja dibentuk.”Kami kemarin memperkuat pengokohan UPTD yang ada di Ciayumajakuning, kemarin juga kami sudah kumpulkan seluruh kepala sekolah untuk pengarahan dan penguatan,” ujarnya.

Hadadi berharap alih kelola SMU dan SMK  meningkatkan  kualitas pendidikan. Dinas Pendidikan  menargetkan Provinsi Jawa Barat  dapat  menyelenggarakn UNBK dengan sukses minimal di angka 80 persen.

“Target kami adalah sukses UNBK Jabar.Kami juga ingin meningkatan APK untuk sekolah menengah yang saat ini baru diangka 67 persen dan komitmen kami di tahun 2018 APK masyarakat Jabar bisa diatas 90 persen,” ucap Hadadi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *